29 September 2009

Happy Birthday!


Wah.. telat nih ngepostingnya. Harusnya minggu kemarin, tapi berhubung baru aja kembali ke dunia maya setelah disibukkan dengan libur hari raya Idul Fitri 1430 H, jadi baru sekarang saya sempat ngeposting.

Alhamdulillah.. puji syukur kehadirat Allah SWT, tanggal 22 September kemarin saya berumur tepat 22 tahun (kalender Masehi). Peringatan hari lahir yang biasa-biasa saja sebenarnya. Cuma ngumpul bareng keluarga, trus makan malam. Saya kurang menyukai pesta ulang tahun karena.... ngabisin uang aja sih, hehehe... mending uangnya dipakai buat yang lebih bermanfaat kan....

Seperti 'tradisi' ulang tahun pada umumnya, selalu saja ada ucapan selamat , doa, serta timing pelaksanaannya. Nah, ini nih yang menarik perhatian saya buat dibahas...

1. Selamat Ulang Tahun

Sebenarnya saya agak kurang sreg dengan kata Ulang Tahun. Kenapa? Karena jika kita mengadopsi kata "birthday" dari bahasa Inggris, seharusnya kata tersebut diterjemahkan menjadi "hari kelahiran", bukannya "ulang tahun". Oke, sekarang kita anggap saja kata "ulang tahun" ini berdiri sendiri (tidak diadopsi dari bahasa Inggris). Tapi kok saya masih kurang klik ya? hahaha... *ngotot.com*.. Kenapa lagi nih? Kok ribet amir... Begini sodara-sodari... saya mendefinisikan kata "ulang tahun" tersebut menjadi "tahun yang diulang". Dimana yang namanya proses pengulangan itu kan selalu kembali ke awal. Jadi misalnya tahun 2003 mengalami pengulangan, ya balik lagi dong ke tahun 2003?? Berarti umurnya tetap kan ya? hahaha... Yang terulang kembali kan tanggal dan bulannya saja... ? sementara tahunnya kan tetap 2003?
Tapiiii... pada kenyataannya umur kita kan berubah. Apa kita mesti nyebut " selamat ulang tanggal dan bulan"?. Hahahaa... tau ah gelap! it's just my point of view aja sih, mohon dibetulkan kalo salah...

2. Semoga Panjang Umur

Nah, dulu waktu saya duduk di bangku SMP (kalo ga salah ingat), kakak saya memperingati hari kelahirannya. Sebagai adik yang manis, saya pengen aaah ngeSMS dia (tapi waktu itu pake HP tante, hihi...). Setelah diketik, SMS pun dikirim. Harap-harap cemas juga sambil nunggu balasan kakak, pikiran saya mulai berkelana : "hmmm... ntar dia ngucapin makasih... trus sebagai imbalannya, ntar saya tinggal siap-siap ditraktir makan deh kalo dia udah pulang. hihihi...". :please::please: *mengkhayal mode on*

Tapiii betapa terkejutnya, ternyataaaa... dia marah-marah!! huwaaaa.... dia bilang : "dihitung dari kalender mana pun, yang namanya umur tidak pernah bertambah" gara-gara saya bilang "semoga panjang umur". Nah, because of kejadian itu, saya berikrar di dalam lubuk hati yang terdalam bahwa saya tidak akan pernah mengucapkan "semoga panjang umur" lagi ke teman-teman yang merayakan hari lahir. Dan memang, setelah dipikir-pikir... setiap detik, setiap helaan nafas, setiap detak jantung, sisa waktu kita di dunia semakin berkurang... dan semakin menuju ke gerbang kematian menuju ke kehidupan selanjutnya...

3. Semoga diberi yang terbaik (wish you all the best)

Bagi saya, apapun yang diberikan Allah ke kita, itulah yang terbaik. Semuanya, tanpa terkecuali. Seringkali yang merasa, yang kita dapatkan bukanlah yang terbaik, padahal sebenarnya, apapun yang kita terima, itulah yang terbaik dari-Nya untuk kita... Kita aja yang sering tidak menyadari....

4. Jam 00.00

Entah siapa yang memulai, ucapan "happy birthday" sepertinya tidak afdhol jika tidak diucapkan jam 00.00. Tanya kenapa?? Saya juga ga tau.... Hmmm... padahal kan orang yang bersangkutan tidak selalu dilahirkan tepat pukul 00.00 di tanggal tersebut? Saya sendiri dilahirkan sekitar jam 22.00 WITA. Berarti harusnya pukul 00.00 saya belum "berulang tahun" kan yaa?? hehehe....
Dan yang agak lucunya begini : ada seorang sahabat saya ngucapin "happy bithday" sekitar pukul 14.00 dan dia minta maaf karena keterlambatannya... Padahal pukul 14.00 kan saya belum lahir.... hihihi....

5. Kado dan Traktiran

(additional part nih)
Sering becandaan sama sahabat, kalo pas kena saya yang milad, saya bilang "kado menentukan traktiran". Sementara kalo yang lain milad, kami-kami bilang "Traktiran menentukan kado". Hahaha... maksudnya, ditraktir dulu, baru kami kasih kado yang 'sesuai' dengan biaya traktiran. Perhitungan banget ya?? Yah beginilah nasib mahasiswa. Krik.. krik..
Sahabat dekat saya di kampus ada 5. Dewi, dwi, mida, selvi, dan eka. Eka kebetulan pas semester 3 lulus IPDN, jadi dia hengkang kesana (sekarang udah lulus dan balik ke Banjarbaru, deuh... kok jadi keduluan dia sih yang lulus? huhuhu). Nah, udah jadi semacam 'tradisi' di gank kami kalo milad ada traktiran dan kado. Kado cukup satu aja (keroyokan belinya, ngiriiiitttt), trus yang milad bertugas ntraktir... Traktiran terserah aja mau dimana, mau di warung pisang goreng deket kolam renang, bakso, AZ, atau KFC (sementara belum ada yang ngajak ke KFC. Mahal siiiih, hahaha).
Prinsipnya : yang penting ngumpuuuul...


dwi-dewi-eka-selvi-mida-saya


Dan ini dia kadonya.....


Gyaaaaaa... :woooh::woooh::woooh: umur udah setua ini masih dikasih boneka ya? ya wes ndak papa deh, rezeki ga boleh ditolak *bilang aja doyan*. Ga sulit kalo mau kasih saya kado, cukup beliin aja pernak pernik kodok dan saya pun menerimanya dengan suka cita.. :puppyeyes::puppyeyes:
Dari zaman SMA sampai sekarang, tiap milad, hampir selalu kodok yang jadi kado (gimana kalo saya udah jadi nenek-nenek ya?). Oiya, boneka ini namanya Oggie. Dan masih ada oggie-oggie lain di rumah (saya emang ga kreatip ngasih nama). Thanks ya sobat.... :smile: :smile: :smile:

Dan berhubung mereka bertiga udah lulus (dan Dewi balik ke Makassar), sepertinya momen inilah terakhir kalinya kami bisa ngumpul dengan formasi lengkap. Hiks, sedih banget kalo dipikirin. But life must go on. Semoga Allah SWT kembali mempertemukan kami berenam dengan keadaan yang jauh lebih baik (udah kerja, menikah, dan punya anak, ihiy!). Aamiin yaa Rabb...

***

"Sebenarnya dalam Islam, hukum merayakan hari lahir memang tidak didapat nash yang secara langsung melarangnya dan juga menganjurkannya. Hal itu dikembalikan kepada tradisi masyarakat setempat. Dengan catatan, tidak ada mata acara dan perilaku yang bertentangan dengan aturan Islam.

Kita tidak menemukan riwayat yang menceritakan bahwa setiap tanggal kelahiran Rasulullah SAW, beliau merayakannya atau sekedar mengingat-ingatnya. Begitu juga para shahabat, tabiin dan para ulama salafusshalih. Kita tidak pernah dengar misalnya Imam Abu Hanifah merayakan ulang tahun lalu potong kue dan tiup lilin.

Namun bila ulang tahun itu lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya, apalagi menghabiskan biaya yang cukup besar, maka lebih bijaksana bila tidak dirayakan secara berlebihan.

Selain itu yang penting juga untuk diketahui bahwa dalam hukum Islam dikenal istilah “Sadd Az-Zariah”. Artinya mencegah sesuatu yang dikhawatirkan nantinya akan berakibat buruk. Karena itu ketika muncul trend qiyamullail, dikeluarkan fatwa yang meminta agar aktifitas itu tidak perlu dihidup-hidupkan. (sumber)."


***


Terlepas dari semua itu, saya pengen ngambil sisi positifnya. Seringkali kita lupa bersyukur, seringkali kita lupa akan kematian, dan segala macam kelalaian kita akan nikmat dari-Nya. Dan juga, seringkali kita lupa akan arti sahabat, orang-orang disekeliling yang mencintai kita. Dan momen hari lahir inilah sebagai pengingat kita. Untuk bersyukur, introspeksi diri, untuk berbagi, serta mendoakan mereka....

Kalo begitu, muncul lagi pertanyaan : "kenapa untuk bersyukur, introspeksi diri, berbagi dan mendoakan saja mesti nunggu tahun berganti dulu?". Hahaha... bukannya begitu coy, bersyukur tiap saat adalah suatu keharusan. Memang it's so weird jika kita hanya bersyukur satu tahun sekali yaa... Tapi kalo saya pribadi sih simpel aja, bersyukurlah tiap saat. Dan di hari kelahiran, porsi bersyukur haruslah lebih besar daripada biasanya... Dan yang paling penting, makin hari, kita harus semakin berusaha untuk merubah menjadi pribadi yang lebih baik. Karena jika tidak, kita termasuk orang yang merugi...


"Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran" (QS. Al-'Asr).



Best Regards,


-Nina-


0 comments:

Poskan Komentar