30 April 2009

My Lovely Pet In Facebook

Ngenet di kost membuat saya lebih banyak ngutak-atik Facebook. Nah... kemarin saya diinvite tetangga sebelah kamar untuk ikut memelihara hewan.. Hewannya lucu-lucu lhooo... Ada monyet, kucing, ayam, gurita, lebah, kodok, dll. Lucu bangeeeettt...
Coba tebak hewan apa yang saya pilih??
Saya memilih Lebah. Agak terinspirasi juga dari film "Bee Movie". Trus juga lebah kan banyak manfaatnya.. Yaitu terdapat di dalam Al-Qur'an surah An-Nahl:69, yang isinya:

Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang Telah dimudahkan (bagimu) dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

Oiya, punya peliharaan ga seru dong kalo ga dikasih nama... Jadi, my lovely pet saya kasih nama: "Happy Bee" atau bisa dipanggil "Happy" atau "Habee". Kenapa dinamai begitu? Karena saya berharap si Habee yang selalu ceria ini bisa menghibur saya setiap saat.. hihihihi...
Oiya, ini sedikit info tentang Si Habee :
Profil si Habee

Peliharaan di Facebook ini mengingatkan saya sama Tamagochi, mainan saya zaman SD dulu. Dulu hewan tamagochi saya kucing. Sampai sekarang masih ada (tapi rusak, hohoho...). Ini nih tamagochi miyawnya...

Beberapa bulan yang lalu saya dan ndut (adik saya) merencanakan beli tamagochi lagi. Tapi ternyata muahall sekali... Kalo ga salah sekitar Rp. 150.000,- euy. Dulu saya beli tamagochi kucing itu sekitar Rp. 35.000,- saja.. Ya jelas lah ya... nilai Rupiah sekarang kan beda sama nilai Rupiah dulu... Kalo tamagochinya diskon 80% (plus kondisi bagus), mau deh beli.... hehehe.... Tapi ada ga ya??

So, what about you, apa hewan peliharaan kalian??

Sick Again

Entah kenapa akhir-akhir ini saya sering sekali sakit. Sebenarnya sakitnya ini bisa dikategorikan ringan. Atau menurut bahasa saya : "ga perlu ke dokter". hehehe... Cukup beli obat di warung atau di toko obat, dan beberapa hari kemudian sembuh. Tapi tetap saja ini merepotkan.

Sejak kemarin saya sakit. Well, agak aneh juga sebenarnya mengingat kemarin pagi pas posting "konversi nilai TOEFL" badan saya oke-oke saja. Eh, pas udah sampai di kampus, saya batuk-batuk terus dengan frekuensi setiap 1 menit (hehehehe, becanda). Padahal saya udah semangat kuliahnya. Asuransi Jiwa. Penjelasan dari Dosennya mudah diterima, cantik lagi... Huahaha... (saya masih normal kok, tapi kan enak aja ada pemandangan indah di depan + penjelasan yang mudah meresap). Trus pas kuliah Struktur Aljabar saya cuma bisa catat buta diiringi suara-batuk-yang-sungguh-ga-penting-itu dan bikin tambah riuh suasana kelas.
Dan tadi malam parah-parahnya. Untung anak kost baik, mereka mau beliin makan malam dan Obat.. Thanks a lot, sisters... (khususnya buat ka Rai ^^)..

Dan hari ini.... seharusnya detik ini saya kuliah nih, Aljabar Linier Elementer (ALE). Tapi saya masih ga terlalu kuat (lho, ini kok masih sempat posting ya???). Tapi nanti jam 11.20 Insya Allah saya kuliah kok... Geometri Analitik yang jatah absennya udah saya habiskan gara-gara modif... Huhuhu....

Ya memang menyebalkan sekali kondisi seperti ini. Tapi saya dapat pelajaran berharga. Mungkin Allah nyuruh saya banyak-banyak istirahat karena akhir-akhir ini terlalu sibuk... ^^

Wish me get a speed recovery yaa..... :)

29 April 2009

Konversi Nilai TOEFL

Posting bentar ah sebelum pergi kuliah... Because Internet was already installed in my kost (kost bahasa Inggrisnya apa ya? boarding house?), jadi tempat nongkong saya kebanyakan berada di depan layar berukuran 14 inch ini. hehehehe.... Buat makhluk-makhluk warnet Lab. Kom. MIPA, kalian kehilangan satu pelanggan setia, hohoho... ^^v.
Wah, jadi semakin jarang beredar di kampus nih... --"""

Well, semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin. Kemarin saya kuliahnya ngantuk berat... mata rasanya udah sisa 5 watt. Iya juga sih, saya kurang tidur gara-gara ngutak-atik internet melulu.. :D. Dan tadi malam saya mendisiplinkan diri untuk istirahat cepat, akhirnya bisa berlayar ke alam mimpi sekitar jam 1 pagi setelah ngerjakan tugas Asuransi Jiwa plus browsing-browsing (kayaknya kebanyakan browsingnya deh daripada ngerjakannya, hahaha...).

Hmm... hari ini bingung mau posting apa, tapi kepengen posting.. --""
Daripada postingan saya ga jelas, saya posting tentang konversi nilai TOEFL aja deh. Ini dia :

(silakan diklik untuk memperbesar)

Buat yang pengen tes TOEFL, penting nih tau gimana cara ngitungnya, biar bisa strategi. Pada prinsipnya, TOEFL itu seperti Ujian Nasional, yang mana kalo dijawab, akan mendapatkan nilai, tapi kalo ga dijawab, ya ga dapat nilai.. hehehe... Maksudnya, sistemnya ga seperti SPMB atau Ujian STAN yang kalo kita menjawab benar, akan mendapatkan poin 4, dan kalo salah mendapatkan poin (-1).
Jadi, untuk tes TOEFL, ga perlu khawatir untuk menjawab. Jawab sebisa dan secepat mungkin dan isi semuanya tanpa tersisa.

Nah, kalo ada yang bilang, aduh aku takut nilai TOEFL-ku 0 (nol) nih... Jangan khawatir, jangan bimbang saudara-saudara, nilai segitu mah ga ada...
Biarpun jawaban kita sama sekali ga ada yang benar, nilai kita tetap ada kok (silakan dibuka tabelnya). Gimana cara ngitungnya? Sok atuh abdi jelasin.

Untuk sesi 1 dengan 0 jawaban benar kita mendapatkan poin 24
Untuk sesi 2 dengan 0 jawaban benar kita mendapatkan poin 20
Untuk sesi 3 dengan 0 jawaban benar kita mendapatkan poin 21

Trus tambahkan ketiga skor tadi dihasilkan :
24+20+21=65.
Trus kalikan dengan 10 :
65 x 10 = 650
Trus dibagi 3 :
650:3=216,67 atau dibulatkan jadi 217.
Nah.... 217 itulah nilai TOEFL kita dengan 0 jawaban benar...

Begitu juga dengan nilai yang lain.
Misalnya :
Untuk sesi 1 dengan 21 jawaban benar kita mendapatkan poin 45
Untuk sesi 2 dengan 21 jawaban benar kita mendapatkan poin 45
Untuk sesi 3 dengan 26 jawaban benar kita mendapatkan poin 45

Trus tambahkan ketiga skor tadi dihasilkan :
45+45+45=135.
Trus kalikan dengan 10 :
135x 10 = 1350
Trus dibagi 3 :
1350:3=450
Nah.... 450 itulah nilai TOEFL kita dengan 68 jawaban benar...

Untuk rekan-rekan sesama mahasiswa MIPA UNLAM, sebenarnya kita 'cuma' perlu sekitar 68 jawaban benar kok dari 140 soal supaya bisa lulus. Itu artinya kan kita 'cuma' perlu menjawab sekitar 48% biar dapat skor 450. Dibandingkan dengan Ujian-ujian yang selama ini kita jalani, benar 48% kan cuman dapat nilai E ya?
Sekilas mendapatkan 48% itu mudah, tapi it's hard mengingat Bahasa Inggris kan bukan bahasa Ibu kita ya...

Yup, biar bagaimanapun tetap harus berusaha dong biar bisa lulus... Semangat!!!
Well, I've to prepare dulu nih....
Semoga postingan ini bermanfaat...
See you soon...

Regards,

-Nina-

28 April 2009

Internet Masuk Kost

Hehehe... kayak ABRI masuk desa aja judulnya.

Akhirnya kemarin malam kost saya dipasang internet juga. Kemarin loadingnya super-duper-lelet-sekali.. Siput aja menang kalo diadu.. :D Sampai jam setengah 3 pagi saya ngutak-atik tapi teteup aja lelet. Dan hari ini saya sengaja pulang kuliah lebih cepat dari biasanya (jam 2 siang) buat nyoba koneksi internet lagi, dan ternyata masih lelet....
Akhirnya tadi sekitar jam 8 malam datang juga 'mas-mas internet'nya (saya bingung nyebut apa... --"").
Alhamdulillah udah bisa normal (ga cepat-cepat amat sih... yah seperti di warnet lah..). Mungkin ini sedikit-banyak dipengaruhi oleh RAM lappy saya yang cuma 256MB. Hahaha... sepertinya memang harus ditambah ya.... Dan file-file yang tidak berguna nanti saya musnahkan saja biar ga berat..

Well, sebenarnya pemasangan internet ini tidak se-membahagia-kan yang kami perkirakan. Banyak sekali dampak yang muncul, salah satunya naiknya tarif sewa kost yang sangat tajam. Memang saya juga udah memprediksi tarifnya bakalan segini mahalnya, tapi ada beberapa 'rencana' kami yang ternyata bertentangan dengan keinginan Ibu Kost (yang sangat sulit untuk diganggu gugat). Jadi ya beginilah....
Buat para sahabat yang bersangkutan dengan problem ini, saya (kami) minta maaf ya kalo ada salah... Sungguh, ini di luar perkiraan..... T_T
I hope everything's gonna be okay....
Aamiin.....

23 April 2009

Apa mantra Patronus kamu?

Ujian Geometri Analitik tadi benar-benar sangat menyedihkan. Bagaimana tidak, otak saya blank-blank-blank ketika soal dibagikan. Rumus-rumus yang saya hapal seketika hilang tanpa jejak. And to make it worse, I have no idea what I should write... T_T
Well, harus saya akui, saya akhir-akhir ini memang ga konsen. --"" (memang nya pernah konsen, gitu? hehehe...). Belajar dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) adalah hal yang sangat sangat wajib dihindari, apalagi untuk yang kuliah di bidang eksakta. But, I did it eventhough I knew the consequences.. --""
Dan sikap 'menunda-nunda' belajar ini sepertinya adalah biang keroknya.
Well, finally, a few hours ago, I promised to my self :
"I don't want to be a procrastinator anymore." I hope I can...
(sengaja nulis disini biar saya ingat).

Untuk menghibur diri, saya blogwalking, hehehe... :D
Udah lama ga ngunjungi web Raditya "kambing jantan" Dika, si pengarang buku Kambing Jantan. Ada postingan yang menghibur hati saya yang sedang gundah gulana ini (berlebihan deh kayaknya --""). Tentang mantra patronus.

Bagi penggemar novel Harry Potter pasti udah ga asing sama mantra ini. Mantra patronus adalah mantra yang harus Harry ucapkan jika bertemu dengan Dementor. Dementor adalah “makhluk penghisap kebahagiaan” yang membuat korban mereka berpikir tidak akan bisa bahagia lagi. Jadi, jika Dementor mendekati, Harry harus mengusirnya dengan mengeluarkan mantra Patronus ini. Nah, untuk mengeluarkan mantra Patronus dengan baik, Harry harus mengingat tentang hal-hal yang membuat dia bahagia sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke Dementor.

Konsep cerita yang sangat amazing saya pikir. Memang jika ditilik dari konsep Islam, ya jelaslah it's no-sense at all. Tapi kalo dipikir-pikir, sebenarnya sebuah cerita jika direfleksikan ke kehidupan nyata, banyak manfaat yang bisa diambil..
Contohnya dementor tadi.
Bagi saya, "dementor" itu nyata. I mean, banyak sekali dementor yang mengintai kita dan menghisap kebahagiaan yang kita rasakan.
Ya, dementor adalah masalah yang kita hadapi. Dan masalah itu jika dibiarkan berlarut-larut, It will killing you softly like a dementor do.

Masalah bisa kita atasi jika kita kuat. Dan bagi saya, kekuatan adalah mantra patronus itu. Kemudian.... bagaimana saya menciptakan kekuatan itu??
Here are the ways :
  • Berserah diri kepada-Nya.
  • Berusaha mengingat hal-hal indah yang pernah saya capai. Mengingat-ingat bahwa kita pernah berhasil..
  • Crying alone in my room. Yup, after crying biasanya hati saya kembali tenang lho... ^^
  • Berusaha ga menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi. Bahwa kita bukan trouble maker yang ga bisa dimaafkan.
  • Makan es krim bersama orang-orang terdekat...
  • Nonton Spongebob bersama Ndut (my younger bro) feat. Kiki (my nephew) yang mondar-mandir di depan Tv kayak setrikaan.. hehehe...
  • Mengucapkan kalimat "Ya ya ya yaa.. dan tenggelam..." (ala Squidward) dan ketawa-ketiwi bareng anak kost... hihihi... Kadang-kadang, hal yang sifatnya 'remeh-temeh' ini bisa bikin kita jadi semangat lagi lho...
  • Try to look for bumbu yang lezat untuk 'nasi yang telah menjadi bubur' itu... Sehingga, bubur yang tercipta, rasanya bakalan jauh lebih nikmat daripada nasi sebelumnya... (hmmm... jadi laper... :D).
Semoga dementor itu cepat pergi...... I hope so.....

22 April 2009

One of The Romantic Songs

Entah kenapa tadi malam kepengen dengar ini lagu. Hmmm... mungkin inilah lagu yang sedang menggambarkan isi hati saya... (hahaha... silakan menebak-nebak). Here is the song..


I Knew I Loved You

Maybe it's intuition
but some things you just don't question
Like in your eyes, I see my future in an instant
And there it goes,
I think I found my best friend
I know that it might sound
more than a little crazy
but I believe...

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

There's just no rhyme or reason
Only the sense of completion
And in your eyes, I see
the missing pieces I'm searching for
I think I've found my way home
I know that it might sound
more than a little crazy
but I believe...

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

A thousand angels dance around you
I am complete now that I've found you

***


But, wait... kita bahas dulu makna lagunya apa. Mendengarkan lagu ini bersama para sahabat in the kost ternyata asyik juga. Sempat kami bahas beberapa part yang menarik.
Part yang paling saya suka adalah :

"..... Like in your eyes, I see my future in an instant. And there it goes. I think I found my best friend...."

dan

".... And in your eyes, I see the missing pieces I'm searching for. I think I've found my way home...."


Saya percaya setiap orang memiliki 'pria/wanita khayalan' di benak mereka. Yang selalu dibayangkan walaupun belum tahu akan berjumpa dimana. Orang yang sedang dicari. Yang hanya pernah kita 'lihat' jika kita menutup mata dan membayangkannya.

Dan ketika kita bertemu dengannya, kita langsung tersadar bahwa : Ia lah yang kita cari selama ini dan merasa bahwa masa depan kita akan bersamanya.
(Bertemu disini berarti berinteraksi. Yang bisa didefinisikan, tidak hanya bertemu secara langsung (face to face), tetapi juga bisa dengan cara lain).

Bertemu dengannya seperti menemukan bagian yang hilang. Seperti puzzle yang tercecer dan kemudian ditemukan untuk melengkapi sebuah gambar. Gambarnya akan sempurna.
Just like if I meet him, the picture will be complete.

Menemukannya seperti menemukan seorang sahabat. Sahabat yang akan melengkapi hidup kita... Through good and bad time together... sampai ajal memisahkan....

Bertemu dengannya seperti menemukan jalan menuju rumah. Setelah tersesat ke arah yang salah, akhirnya kita menemukan arah yang benar... Menuju rumah, tempat yang paling nyaman...

Apakah saya telah menemukannya?

21 April 2009

Pengemis... Haruskah Diberi ?

Menurut pengamatan saya beberapa tahun terakhir, ‘profesi’ (jika boleh dikatakan) pengemis mengalami peningkatan yang cukup tajam. Pengemis sangat mudah dijumpai dimana saja dan kapan saja seperti halnya kios-kios penjual pulsa. Misalnya saja di lampu merah, di pasar, di jembatan, di warung pinggir jalan, di sekitar perumahan, bahkan di kampus. Serius lho di kampus ada…. karena saya pernah menemui pengemis masuk ke ruangan kuliah pada saat saya sedang mengikuti kuliah (entah apa yang ada dipikiran pengemis itu sampai-sampai nekat masuk). Dan pernah juga ketika saya dan seorang teman sedang asyik ngobrol sambil menikmati jagung bakar di pinggir jalan, pengemis dan pengamen tak henti-hentinya berdatangan. Waktu itu saya ga bawa uang receh (karena memang baru kali itu makan disana dan ga tau kalo ternyata banyak pengemis), jadi saya memberikan uang kertas saja. Tapi makin lama ngobrol kok pengemis yang datang makin banyak ya??? Waduuuhh.. kalo lama-lama disana bisa-bisa gantian saya yang jadi miskin nih…. Akhirnya setelah itu saya memutuskan untuk tidak memberi pengemis-pengemis yang datang selanjutnya karena dikhawatirkan saya ga bisa pulang ke rumah gara-gara kehabisan uang… hehehehe…. (becanda).

Dan masih banyak lagi interaksi saya bersama pengemis lain, hehehe….

***

Back to the topic “Pengemis… haruskah diberi?”.

Itulah salah satu pertanyaan yang saya ajukan sekitar 2 tahun yang lalu kepada seorang MR (murabbi) pada saat khalaqoh.

(kurang-lebih begini percakapan saya dengan beliau):

“Ka, pengemis itu sebaiknya diberi atau ga? Karena menurut anjuran Pemerintah sebaiknya ga usah diberi.”, tanya saya.

Beliau bilang : “Beri saja, Dik.”

Lantas saya bertanya lagi “Gimana kalo pengemisnya bohong, ka? Karena mungkin saja ada yang berpura-pura meminta sumbangan untuk pembangunan Masjid padahal sesungguhnya uangnya untuk dirinya sendiri.”

Lalu beliau menjawab “Ya gapapa, kasih aja. Niat kita baik, tho?”.

Hmmm… Saya pikir, iya juga sih… Ber-positive thinking saja lah… Selama kita punya rezeki, kenapa ga? Urusan pada akhirnya sumbangan itu ‘diselewengkan’, itu urusan mereka sama Sang Pencipta kan?

***

Kemudian, beberapa minggu yang lalu saya blogwalking dan menemukan blog ini :

http://ridloabelian.co.cc

Ada pembahasan yang membuat saya tertarik, judulnya : Resep Rasulullah Atasi Kemiskinan. Artikel disana ternyata mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di hati saya.

Isinya begini :

"Anas bin Malik meriwayatkan bahwa suatu ketika ada seorang pengemis dari kalangan Anshar datang meminta-minta kepada Rasulullah SAW. Lalu beliau bertanya kepada pengemis tersebut,”Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?” Pengemis itu menjawab, “Tentu, saya mempunyai pakaian yang biasa saya pakai sehari-hari dan sebuah cangkir.” Rasul langsung berkata.”Ambil dan serahkan ke saya!” Lalu pengemis itu menyerahkannya kepada Rasulullah, kemudian Rasulullah menawarkannya kepada para sahabat,"Adakah diantara kalian yang ingin membeli ini?" Seorang sahabat menyahut," Saya beli dengan satu dirham." Rasulullah menawarkannya kembali," adakah di antara kalian yang ingin membayar lebih?" Lalu ada seorang sahabat yang sanggup membelinya dengan harga dua dirham.


Rasulullah menyuruh pengemis itu untuk membelikan makanan dengan uang tersebut untuk keluarganya, dan selebihnya, Rasulullah bersabda, "Carilah kayu sebanyak mungkin dan juallah, selama dua minggu ini aku tidak ingin melihatmu." Sambil melepas kepergiannya, Rasulullah pun memberinya uang untuk ongkos.

Setelah dua minggu, pengemis itu datang lagi menghadap Rasulullah sambil membawa uang sepuluh dirham hasil dari penjualan kayu. Lalu Rasulullah menyuruhnya untuk membeli pakaian dan makanan untuk keluarganya seraya bersabda, "Hal ini lebih baik bagi kamu, karena meminta-meminta hanya akan membawa noda di wajahmu di akhirat nanti. Tidak layak bagi seorang meminta-minta kecuali dalam tiga hal, fakir miskin yang benar-benar tidak mempunyai sesuatu, utang yang tidak bisa terbayar, dan penyakit yang membuat seorang tidak bisa berusaha." (H.R. Abu Daud).

Riwayat ini memberi pelajaran kepada kita bahwa ketika mendapati seorang yang miskin yang meminta-minta, Rasulullah ternyata tidak langsung memberi uang. Tetapi beliau justru menanyakan apa yang dimiliki oleh si pengemis yang bisa dimanfaatkan sevagai modal.

Rasulullah melakukan hal itu tidak lain untuk mencegah ketergantungan seseorang kepada orang lain. Juga untuk mengajarkan bahwa apapun yang dimiliki oleh seseorang sebenarnya memiliki nilai produktivitas. Tergantung bagaimana ia secara kreatif memanfaatkannya.

Pelajaran lain yang kita peroleh dari riawayat tersebut yaitu, sejelek dan seburuk apapun sesuatu yang kita miliki, sebenarnya ia tetap bernilai. Kita tidak boleh menganggap sesuatu itu tidak berguna selama masih bisa dimanfaatkan. Tinggal kita bisa memanfaatkannya atau tidak. Kalau sesuatu itu menurut kita tidak bermanfaat, tapi bisa jadi bermanfaat bagi orang lain.

Ada lagi yang bisa kita ambil pelajaran dari kisah tersebut yaitu terkait dengan kapasitas dan peluang yang dibaca Rasulullah terhadap si pengemis iru. Rasulullah sengaja menyuruhnya menjadi tukang kayu karena beliau melihat bahwa pengemis itu memiliki potensi di bidang tersebut. Jika ia diperintah melakukan hal yang lain seperti berdagang atau mengajar, belum tentu ia bisa melakukannya.

"... tidak layak bagi seorang meminta-minta kecuali dalam tiga hal : fakir miskin yang benar-benar tidak mempunyai sesuatu, utang yang tidak bisa dibayar, dan penyakit yang membuat seseorang tidak bisa berusaha." (H.R. Abu Daud). "

***

Bisakah saya bersikap sebijak Sayyidina Muhammad?

Insya Allah....

19 April 2009

For My Beloved Prophet

Ya Allah please shower Your blessing

and Your salvation

To the Prophet Muhammad who we all adore

May He always be under Your sovereignity

May He forever be under Your loving care...



cipt. SNADA
semoga kita dipertemukan di surga-Nya...
Aamiin...


15 April 2009

Because you are an integral of my life....

Aku ingin kau seperti angka 1
Yang jika dikalikan dengan nilaiku, akan selalu bisa membuatku menjadi diri sendiri

Aku ingin kau seperti angka 1
Yang jika jiwaku kosong, kau bisa mengisi dengan menambahkannya agar sempurna

Aku ingin kau seperti fungsi
Yang tak akan pernah bercabang
Yang hanya mempunyai satu pasangan di kodomainmu

Dan aku pun ingin seperti fungsi kuadrat
Yang selalu akan memberikan nilai positif, berapapun nilai variabelmu

Aku ingin kasihku seperti tan 90
Yang tak berhingga sepanjang masa
Because you are an integral of my life....


dedicated for the man in the future
created before having mathematics methode examination
semoga rumus baku itu akan segera ditemukan...

Hmmmmmm.....

Hari ini lagi bingung mau posting apa. Tadi malam pengen 'nulis', tapi karena ada banyak hal yang begitu penting, jadi ya tertunda lagi deh nulisnya.... hahaha...
Aktivitas kampus semakin membuat diri ini menjadi lebih berkeringat (dikarenakan AC-nya tak kunjung jua di-ON-kan) dan memacu sel-sel otak untuk bekerja lebih keras.. dan tantangan terbesarnya adalah menahan mata ini agar tetap terjaga selama perkuliahan, hahaha....
Jadi, tema posting kali ini adalah 'ga jelas'.

Well, mau ngebahas soal hijau lumut deh... Beberapa minggu yang lalu hijau-lumut ganti baju setelah setahun lebih ga ganti baju (bayangkan jika ini terjadi pada seorang manusia, hahaha).
(Kata 'ganti baju' saya comot dari blog Beautiful Mind :D ).
Sebenarnya sudah lama sekali pengen ganti, tapi banyak sekali alasan (yang dibuat-buat) sedemikian sehingga hal itu baru terealisasi beberapa minggu yang lalu. Warna yang paling dominan adalah pink pastel dengan kombinasi warna lain yang membuatnya semakin semarak... Well, dengan sedikit sekali warna hijau disini... T_T.. (seandainya saja ada template lain yang membuat saya jatuh hati....). Soalnya template ini yang paling komplit sepanjang pencarian saya sejak beberapa bulan yang lalu... yang ternyata 'sangat ramah' untuk seorang pemula seperti saya... Karena itulah template klasik yang telah melindungi si hijau-lumut selama 1 tahun lebih digantikan oleh template ini...
Semoga 'identitas' hijau lumut masih terus melekat dalam setiap langkahnya (maksudnya apa ya?)
By the way... selamat buat webkoe yang juga baru ganti baju yaaaaa.... ^^/

Well... daripada semakin ga jelas, saya sudahi saya posting hari ini. hehehe...
Hmmm.... I'm going to make some poems.....

12 April 2009

Cerita Si Lumut Hijau (2)

“Aku mohon, Lumut… Percayalah padaku. Aku sadar telah diperdaya olehnya. Oleh Jamur beracun itu. Tingallah bersamaku lagi.”, Tembok bertekuk lutut di hadapan Lumut.
“Maaf Tembok, aku tak bisa. Aku sudah bahagia dengan hidupku sekarang. Dulu aku merasa terlempar seperti ranting pohon yang tercabut tanpa akar dan tanah. Tapi ketahuilah, aku kuat lebih dari yang kau kira. Aku bisa bertahan.”, seru Lumut dengan tegas.
“Aku berjanji, tidak akan mengusirmu lagi.”, kata Tembok mengiba.
“Tidak. Hanya Batu Karang lah tempat yang kuinginkan.”, lirih Lumut.
“Siapa Batu Karang itu? Dimana dia?.”, kata Tembok penasaran.
“Ah… segala sesuatu tentangnya begitu indah. Itulah yang bisa kukatakan kepadamu”, jawab Lumut penuh teka-teki.
“Aku tidak akan membiarkan kalian bersatu! Lihat saja nanti!”, balas Tembok penuh amarah.


***

Tersentak Lumut bangun.
“Segala Puji bagi-Mu, Tuhan Semesta Alam. Ini hanya mimpi….”, ucap Lumut lega.
Dari kejauhan Lumut melihat sosok Batu Karang yang masih tertidur dengan pulas. Entah berapa lama ia tertidur. Entahlah… rasanya sudah seabad... Sungguh, Bumi ini terasa berputar lebih lama tanpanya…
Lumut merindukan senyum manisnya. Tawa riangnya. Petuah bijaknya.
Ah… ia begitu indah… begitu murni…
Tak seperti Tembok yang angkuh, yang sesungguhnya terbuat dari campuran adonan pasir, kerikil, dan semen. Yang mudah saja runtuh, sekalipun kuatnya seperti Tembok Berlin yang pernah ia baca dari sebuah dongeng rakyat.
Batu karangnya begitu bersahaja, begitu kokoh, begitu kuat, namun tampak begitu hangat…
“Batu Karang… bangunlah… sesaat lagi fajar menyingsing… Aku ingin melihat sinar mentari bersamamu…” bisik Lumut perlahan…

Terinspirasi dari ‘nyanyian bunga matahari’…
thanks for the inspiration.. :)

Pemilu Legislatif 2009

“Pemilihan Umum telah memanggil kita. Sluruh rakyat menyambut gembira. Hak demokrasi Pancasila. Hikmah Indonesia merdeka. Pilihlah Wakilmu yang dapat dipercaya. Mengemban Ampera yang setia. Di bawah Undang-Undang Dasar ’45. Kita menuju ke Pemilihan Umum”.

Sudah lama tak mendengar lagu di atas. Jingle yang familier di telinga saya ini nih :
“Ayo ikut Pemilu. Cukup satu, skali contreng”. Jreng.. jreng.. jreng… jreng.. jreengggg…
*intro*

***

Beberapa minggu sebelum Pemilu, saya agak bingung juga sih sama istilah yang tepat untuk menggantikan kata “coblos” yang digunakan beberapa tahun silam. Sebenarnya yang tepat itu “contreng” atau “conteng” atau “centang” sih? Saya cuma pernah baca dan dengar kata “conteng” dan “centang”. Nah, kata “contreng” ini baru saya dengar dari televisi beberapa minggu terakhir, yang ternyata malah booming di masyarakat. Setelah ngecek di kamus http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi, yang mendekati kebenaran adalah kata “centang”, yang didefinisikan :
cen·tang /cĂ©ntang/ n tanda koreksi, bentuknya spt huruf v atau tanda cawang;
men·cen·tang v membubuhi coretan dsb pd tulisan (sbg peringatan)

Waduh… gimana nih.. masyarakat udah banyak yang terlanjur pakai kata “contreng” tuh… Apa bisa kata “contreng” dimasukkan ke dalam Bahasa Indonesia baku?

***

Okay…Whatever the name is… Contreng, conteng ataupun centang, yang pasti sebagai warga Negara Indonesia yang baik, saya juga ikut Pemilu dong….
Sempat ragu juga sih mau milih Partai apa. Yang terlintas di benak saya cuma 2 Partai (which are ternyata masuk 5 besar di Quick Count lhooo…).
Abah saya semangat sekali mendaftarkan anaknya ini ikut Pemilu. Sudah dari pagi beliau mendaftar, padahal saya baru tiba di Banjarmasin hampir jam 11 WITA… and consequently… nama saya sudah dipanggil puluhan kali saking lamanya.. hihihi… Maaf ya bapak-bapak petugas Pemilu…
Setelah melepas lelah sejenak di rumah, berangkatlah saya ke TPS (yang sesungguhnya berada di hadapan rumah saya sendiri). Sempat terjadi perdebatan juga antara Ibu dan anak. Ibu saya menyuruh saya memakai sandal yang bagus sementara saya dengan cueknya mau pakai sandal jepit. Hihihi… Akhirnya saya mengalah dan memutuskan untuk memakai sepatu. Well, okay setelah dilihat-lihat, para Pemilih ternyata rapi jali euy… Untung ga jadi pakai sandal jepit… kikikikikkk..

Hanya menunggu sekitar 5 menit, nama saya dipanggil lagi. Setelah mendapatkan 4 kertas suara (yang setelah dibuka lebarnya udah kayak Sajadah), mulailah saya memilih. Kertas pertama dan kedua, lancar. Kertas ketiga, saya bingung. Saya kira semua ‘kategori’ itu semua ada lambang partainya, ternyata untuk kertas Suara DPR-RI cuma ada Foto dan namanya yaaa… Wah… saya kurang persiapan ternyata, tau gitu saya survey dulu kaan... Tau gitu lebih baik saya konsultasi sama Ibu soal caleg daripada berdebat soal sandal jepit… hihihihi…
Lama juga saya memandangi foto-foto calon anggota DPR itu. Dan akhirnya, saya putuskan untuk membuka kertas ke-4 dulu dengan harapan ada inspirasi. Ternyata sama saja, setelah mencentang kertas ke-4 dan membuka kembali kertas ke-3, saya masih bingung euy... Sempat terlintas di pikiran, kertas ke-3 ga usah diisi aja aaahh… tapi mikir lagi, ngapain repot-repot ikut Pemilu kalo akhirnya GolPut?? Kalo saya Golput, saya ga bisa protes dong kalo nanti terjadi sesuatu di Pemerintahan??
Lalu, bismillahirrahmanirrahim… saya putuskan untuk memberikan kode centang di salah satu foto caleg yang wajahnya terlihat familier di mata saya (bersyukurlah calon yang saya pilih karena meletakkan spanduk di tempat yang strategis dan sempat tertangkap oleh mata saya, hehehehe…). Setelah memasukkan kertas suara di kotaknya masing-masing, pulanglah saya ke rumah dengan sejuta harapan…..

***

Semoga pilihan saya adalah pilihan yang tepat dan membawa Indonesia ke arah yang jauh lebih baik dari sekarang.
Semoga para wakil rakyat yang terpilih tetap ingat dan menepati seluruh janji-janji yang pernah diucapan di masa kampanye. Dan buat calon yang tidak terpilih, semoga bisa menerima kekalahan dan menyikapinya dengan sportif dan bijaksana. Aamiin…
Merdeka!!!!


Regards,

-Nina-

07 April 2009

Reuni Anak-anak 2C SMAVEN Angkatan 2002

Reuni ini bermula dari di upload-nya foto-foto zaman SMA oleh salah satu teman saya di Facebook. Dari foto-foto itulah kami mulai ‘ga sengaja’ Reunian Dunia Maya.
Tiap hari adaaa aja yang ngomentarin foto-foto itu. Dari mulai yang nyambung sama fotonya sampai yang ga nyambung sama sekali. Sampai akhirnya komentar di foto itu berjumlah lebih dari 100 komentar! Kalo ada penganugerahan Foto di Facebook, foto kami mungkin bakalan mendapatkan Penghargaan dengan Kategori :
“Foto Dengan Komentar Terbanyak dan Ter-Engga Jelas Sepanjang Sejarah”. Hahahaha…
Nah, karena ke-tidak-jelas-an komentar-komentar itulah yang membuat saya mencetuskan ide, kenapa ga reunian langsung aja ya?? Kan lebih seru…
Akhirnya, setelah tanya sama teman-teman, mereka setuju, tapi yang mesti ngurusin segala persiapannya adalah saya. Huwaaa… sungguh tega kalian… T_T
*lebay, mode:on*

Akhirnya, dengan dibantu Andini, kami mulai menyebarkan berita ini ke teman-teman. Mulai dari Facebook, SMS, sampai telepon. Ya kendalanya banyak, selain sibuknya kuliah saya di Banjarbaru, sebagian besar no. HP mereka sudah pada ga aktif. Selain itu agak bingung juga menentukan dimana tempat reuni dan kapan reuni dilaksanakan karena mereka punya kesibukan masing-masing. Akhirnya, setelah melalui berbagai macam pertimbangan, kami putuskan bahwa reuni dilaksanakan hari Sabtu tanggal 4 April 2009 di Food Court Duta Mal. Kenapa memilih tempat ini? Karena Mal inilah yang menyajikan berbagai macam hiburan. Dan kenapa memilih Food Court? Nah, berhubung jumlah ‘peserta reuni’ belum jelas berapa orang, saya pikir, memilih Food Court di lantai paling atas is the best idea karena tempatnya yang luas.
Dan akhirnya… hari Sabtu tibalah… Setelah menunggu sekitar 1 jam di Food Court terkumpul juga sebanyak 14 orang.. hehehe… Sebenarnya total murid kelas 2C ada 48 orang, tapi berhubung banyak yang kuliah di luar Kalimantan, makanya banyak yang ga hadir.


***


Reuni ga lengkap tanpa foto-foto dong…

Here are the photos…

Pas makan
Searah Jarum Jam :
Santi, Nina, Kori, Hansen, Rangky, Zain, Daus, Eko, Siska, Indra, Andini.


Dari atas kiri ke kanan:
Santi, Nina, Kori, Siska, Indra, Hansen, Andini, Eko, Rangky, Daus, Yanda, Zain


Siiiipppp… ^^d
(gaya Ibu Wien)

Peace and Respect ^^v

***

Foto di atas sempat ter-capture sebelum kena tegur Security Mal (yang ada dibelakang itu tuh…). Ternyata ngambil gambar di Mal itu ga boleh ya… Untuuung aja sempaaat… hihihi… Maaf ya Pak Security… ^^v


***


I was soooo happy… Lama sekali ga ngumpul sama mereka… Udah hampir 4 tahun euy…. Ternyata teman-teman masih seperti yang dulu.. hihihi... ^^
Biarpun ‘cover’nya ada sedikir perubahan (misalnya tambah ndut… tambah item… ^^v.. atau jadi feminin), tapi mereka masih ribut, masih childish, masih lucu, masih kayak dulu deh pokoknya… Dan pastinya tambah narsis… hahaha…
So glad to meet them again… :)
Sepanjang reuni, saya sampai ketawa terus… Soalnya mereka ngelawak terus sih…. hehehehe….

Walaupun banyak yang ga datang, ya paling ga, kita bisa tuker-tukeran informasi biar nanti bisa bikin reunian lagi yang mungkin skalanya lebih besar (satu angkatan, misalnya)..
Semoga bisa… Aamiin..
Buat teman-teman yang ga bisa datang, ga usah nyesal 7 turunan yaa… :)
Insya Allah nanti kita bikin reuni lagi kok…..
Good Luck buat teman-teman yang masih kuliah….
Dan buat yang udah kerja, jangan lupa jadi donator buat reunian selanjutnya yaaa…. Hihihi…. ^^v

Best Regards,

-Nina-

02 April 2009

Indah Pada Waktunya

Ketika berada di titik terendah dalam kehidupan saya, salah seorang sahabat saya mengirimkan sms begini :

"Saat ku minta pada Allah setangkai bunga segar, Allah beri kaktus berduri
Saat ku minta kupu-kupu yang cantik, Allah beri ulat berbulu
Aku sedih dan kecewa

Tetapi kemudian, kaktus itu berbunga indah
Ulat itu pun menjadi kupu-kupu yang cantik

Itulah jalan Allah, Indah Pada Waktunya

Allah tidak memberi apa yang kita harapkan
Tapi Allah memberi apa yang kita perlukan

Kadang kita sedih, kecewa, terluka
Tapi jauh di atas segalanya, Allah sedang merajut yang terbaik dalam kehidupan kita

Ya.. Bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..."

***

Makasih ya sobat atas SMS-nya... It made me strong enough to through it all...
Thanks for supporting me in all conditions.. :)
Now I see... what it means...
Bahwa Allah sangat menyayangi kita... ^^

The Beautiful Sunrise..


Matahari pagi menandakan hadirnya lembaran baru
Sebagai suatu permulaan dalam mengarungi hidup yang penuh misteri...

Matahari pagi seperti membawa sebuah harapan
Harapan bahwa hari ini akan secerah sinarnya...


the picture was taken by mida in Mandiangin, June 2008

01 April 2009

Be A Man

Yup yap yup…. Reality Show “Be A Man” hadir kembali setiap hari Jumat pukul 20.00 WITA di Global Tv. Sebelumnya acara ini (Be A Man 1) tayang sekitar pukul 23.00 WITA.
Actually, saya lebih setuju jika acara ini tayangnya pas tengah malam sih..
Soalnya jam segitu anak-anak di bawah 17 tahun kan kemungkinan besar sudah pada istirahat. Kenapa begitu? Karena saya pikir acara ini sebaiknya hanya ditonton oleh orang dewasa dan kalaupun ditonton oleh anak berusia di bawah 17 tahun, perlu sekali adanya bimbingan dari orang tua.
Ya walaupun sesungguhnya jam 23.00 mata saya sudah mulai meredup… :)

***

Anyway… saya termasuk orang yang kolot dalam hal gender.
Maksudnya, buat saya : there’s no grey gender (I mean, transgender).
Wanita ya wanita. Pria ya pria. There's no-grey area between men and women.
Just 2 options : be a woman OR be a man. (Not AND).
And living with the gender that God gave when we were born
(pengecualian buat orang yang terlahir berkelamin dua, yang mana boleh memilih satu jenis kelamin yang paling dominan)..
Saya pengen sekali semua kontestan menjadi Pemenang.
Pemenang yang berarti : kembali ke kodratnya masing-masing sebagai Pria.
Karena memang sudah semestinya seperti itu...
Ya.. I hope so...