12 April 2009

Cerita Si Lumut Hijau (2)

“Aku mohon, Lumut… Percayalah padaku. Aku sadar telah diperdaya olehnya. Oleh Jamur beracun itu. Tingallah bersamaku lagi.”, Tembok bertekuk lutut di hadapan Lumut.
“Maaf Tembok, aku tak bisa. Aku sudah bahagia dengan hidupku sekarang. Dulu aku merasa terlempar seperti ranting pohon yang tercabut tanpa akar dan tanah. Tapi ketahuilah, aku kuat lebih dari yang kau kira. Aku bisa bertahan.”, seru Lumut dengan tegas.
“Aku berjanji, tidak akan mengusirmu lagi.”, kata Tembok mengiba.
“Tidak. Hanya Batu Karang lah tempat yang kuinginkan.”, lirih Lumut.
“Siapa Batu Karang itu? Dimana dia?.”, kata Tembok penasaran.
“Ah… segala sesuatu tentangnya begitu indah. Itulah yang bisa kukatakan kepadamu”, jawab Lumut penuh teka-teki.
“Aku tidak akan membiarkan kalian bersatu! Lihat saja nanti!”, balas Tembok penuh amarah.


***

Tersentak Lumut bangun.
“Segala Puji bagi-Mu, Tuhan Semesta Alam. Ini hanya mimpi….”, ucap Lumut lega.
Dari kejauhan Lumut melihat sosok Batu Karang yang masih tertidur dengan pulas. Entah berapa lama ia tertidur. Entahlah… rasanya sudah seabad... Sungguh, Bumi ini terasa berputar lebih lama tanpanya…
Lumut merindukan senyum manisnya. Tawa riangnya. Petuah bijaknya.
Ah… ia begitu indah… begitu murni…
Tak seperti Tembok yang angkuh, yang sesungguhnya terbuat dari campuran adonan pasir, kerikil, dan semen. Yang mudah saja runtuh, sekalipun kuatnya seperti Tembok Berlin yang pernah ia baca dari sebuah dongeng rakyat.
Batu karangnya begitu bersahaja, begitu kokoh, begitu kuat, namun tampak begitu hangat…
“Batu Karang… bangunlah… sesaat lagi fajar menyingsing… Aku ingin melihat sinar mentari bersamamu…” bisik Lumut perlahan…

Terinspirasi dari ‘nyanyian bunga matahari’…
thanks for the inspiration.. :)

8 comments:

Engineer mengatakan...

Hehehehehe... itu sih maunya si Lumut aja... Wkwkwkwkw :P :P

Ku kira bujuran terjadi td... Hehehe ternyata di alam mimpi...

Btw nin (sebagai info aja) tembok beton itu ada yg kuat banar, bisa kalah batu karang tu amun dihantup'akan, hehehehe Pokoknya tergantung jenis semennya dulu, hehehehe

Hijau Lumut mengatakan...

@engineer
hahaha... it's just a story, lai... because the story is created by my self,jadi ya begitulah...
Nah,bujur jua pang lah ada beton yg lebih kuat drpd batu karang,cuman....
hmm..mungkin persamaannya begini, when I ask you this question 'who's the most beautiful girl in this world?'. Of course, I'm sure that you'll answer : "d.....", right?
nah,itu yg kumaksud..
the strongest 'rock' for lumut is batu karang.^^v

Miss Is mengatakan...

Fyuh...
Ternyata mimpi

Hijau Lumut mengatakan...

@Miss Is
hehehe... ^^
It's just a dream of The Lumut's Tale...

Engineer mengatakan...

Hohohohohoho....Hehehehehehe

Ujar sapa aku pasti jawab "D...." Wkwkwkwkw Bungasan mama ku dripada desi.... Hehehehehe Atau bungasan mana yo luna maya lawan desi?.... wkwkwkwk (tp jgn padahi desi lah becanda aja), hehehehe

Eh jar desi td mimpi km hampir jd kenyataan kah? Wkwkwkwkw Bagus2 tu, langsung aja nina'ae tanpa pandang bulu dan tanpa pikir panjang lakukan aja apa yg semsetinya ikam lakukan. Hehehehe (bukan jd provokator lah), hehehehe

Eeh ada kabar trbarukah ttg speedy? Aduuuhh sampat lulus hanyar dipasang di kost buhan kam... Hehehehe

Hijau Lumut mengatakan...

@engineer
hahaha...
Siiip boss, I know what I should do...
Thanks for the advices.
Soal Desi, I keep your secret. tapi kalo inya membaca sorang disini, kada tahu am lah.. hahaha...
Mengenai spidi, masih belum ada perkembangan, lai.. sepertinya, keputusan ada di tangan Ibu Kost... doakan jua lah...

Deacy mengatakan...

nah am...ni "D" nya membaca sorang nah, hayoo laah bang engineer...

btw, asik juga deskripsi mimpi kam nin, bisa jadi dongeng era baru nih,,,hehe,,, serius...

Hijau Lumut mengatakan...

@the couple (deacy & engineer)
selamat berperang.. hehehe... ga deng!
peace.. ^^v

@deacy
Oh, mimpi lumut kah? Namanya juga cerita des, apalagi cuma mimpi, hehe...
Mimpi di dalam cerita, seperti cerita di dalam cerita. Waduh, ribet bener...
Thanks for the inspiration & spirit, sist.. :)

Poskan Komentar