06 Februari 2009

Kenapa babi haram?

Mungkin sebagian dari kita belum tau kenapa babi diharamkan (dalam agama Islam). Sebenarnya, pada awalnya saya juga kurang tau alasan ilmiah kenapa babi haram. Yang saya tau, Allah SWT pernah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah (2) ayat 173 yang isinya :

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Oiya, yang dimaksud dengan "daging" adalah segala aspek, semua organ pada babi. Untuk lebih jelasnya, simak Surat Al Maidah (5) ayat 3 berikut:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang dicekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah) adalah kepasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu Nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Karena itu larangan dari-Nya, maka kita harus patuh. Stay away from babi. Titik. Tapi dari sana saya mikir, Allah bikin larangan, pasti ada sesuatu dibalik semua itu. And finally, I made conclusions.

From my point of view, babi haram karena :
1.Habitatnya yang tidak sehat.
2.Kolesterolnya tinggi.
Itulah yang ada di dalam pikiran saya waktu itu. Tapi setelah browsing di internet dan menemukan website Adhitya Mulya (pengarang novel Travelers’ Tale, Belok Kanan Barcelona) tahun lalu, saya lumayan surprise karena ternyata ada alasan ilmiah dijelaskan disana.

Here is the link:
http://suamigila.com/2007/10/bedanya-membaca-dan-mengaji.html

Isinya sebagai berikut :
Seorang profesor di Egypt sudah memecahkan ini. Babi adalah satu-satunya mamalia yang memiliki ginjal tidak sempurna. Darah kotor mamalia berisi urea yang beracun. Urea ini oleh ginjal mamalia disaring 98%. Dalam tubuh babi however, regrettably kebalikannya. Ginjal babi hanya menyaring 2% urea. Artinya 98% urea dalam darah tetap dalam darah dan terseap ke dagingnya. Bukankah darah kotor bisa dikeluarkan melalui penyembelihan di leher? Ya, tapi sayangnya lagi, babi adalah satu-satunya mamalia yang tidak memiliki leher. Yah itu sedikit uneg-uneg gua akan kehidupan sosial dan spiritual kita. Tidak adanya kesadaran dari kita untuk membaca arti dri pesan-pesan Allah telah mereduce kita sendiri menjadi umat yang mengikuti larangan tanpa tau kenapa. Kaji lah Qur'an. Baca lah artinya.

Karena babi memiliki ginjal yang tidak sempurna, sementara fungsi ginjal adalah untuk menyaring darah kotor sehingga bersih kembali, maka sudah jelas bahwa peredaran darah babi tidak bagus dan berakibat pula terhadap kesehatan tubuhnya.

***

Oiya, untuk mempertegas penyataan kenapa syariah Islam menetapkan penyembelihan hewan itu harus di leher dan bukan di tempat atau metode lain, ini kutipan dialog yang saya dapatkan di website Adhitya Mulya juga.

Ini link-nya :
http://suamigila.com/2008/11/kenapa-babi-haram-conver-sation.html

“Yunus: Now I think that you'll appreciate the special prescribed method of animal slaughter in Islam.
Bob: What do you mean?
Yunus: You see, the wielder of the knife, whilst taking the name of the 'Almighty', makes an incision through the jugular veins, leaving all other veins and organs intact.
Bob: I see, this causes the death of the animal by a total loss of blood from the body, rather than an injury to any vital organ.
Yunus: Yes, were the organs, example the heart, the liver, or the brain crippled or damaged, the animal could die immediately and its blood would congeal in its veins and wouldeventually permeate the flesh. This implies that the animal flesh would be permeated andcontaminated with uric acid and therefore very poisonous; only today did our dietitians realize such a thing”.

***

(saya kurang tau siapa Bob dan Yunus yang dimaksudkan Adhitya Mulya. Kalau ingin tau lebih lanjut, silakan buka link diatas).

Well, isi dari dialog tersebut kurang lebih seperti ini (maaf kalo kurang tepat):
Pada saat hewan dipotong dengan nama Allah, pemotongan dilakukan dengan memotong pembuluh balik leher, yang kemudian memisahkan kepala dengan anggota badan yang lain. Itulah yang menyebabkan kematian karena hewan tersebut kehilangan banyak darah dari tubuh. Kematian hewan juga bisa disebabkan oleh dilukainya salah satu bagian vital tubuh (oleh benda tajam), misalnya jantung, hati, otak. Jika bagian vital tersebut dilukai, maka hewan itu akan mati dengan cepat dan darahnya akan membeku dalam pembuluh darahnya. Sehingga hal itu mengakibatkan tersebarnya darah tersebut ke seluruh bagian daging yang mengandung asam urat yang sangat beracun. Nah, bisa dibayangkan kan bagaimana jika kita mengkonsumsi daging yang telah terkontaminasi oleh asam urat (racun) tersebut? Jadi, penyembelihan di bagian leher adalah metode terbaik dalam usaha pemotongan hewan.. :)

***

Trus saya juga menemukan fakta bahwa kolesterol babi lebih dari sapi (kandungan kolesterol dari 10 gram makanan) :

Daging Sapi pilihan tanpa lemak 60mg
Daging Babi pilihan tanpa lemak 60mg
Iga Sapi 100mg
Iga Babi 105mg
Daging Sapi Berlemak 125mg
Daging Babi berlemak 130mg
Jeroan Sapi 380mg
Jeroan Babi 420mg

(sumber: http://forum.kompas.com/kesehatan/8942-apakah-anda-tahu-berapa-kandungan-kolesterol-dalam-makanan-yang-anda-makan.html)

***

Dari hasil googling itu, alhamdulillah ternyata pemikiran awal saya ada benarnya. hore… (^_^)/ Babi hidup di lumpur. Makan di lumpur, bermain di lumpur, dan buang air di lumpur. Jadi, apa yang dia makan, sebagian kecil (atau besar) mengandung apa yang dia keluarkan sebelumnya. Jadi seperti semacam kejadian yang berulang. Maka dari itu, cacing pita yang hidup di lumpur akan sangat mudah masuk dan berkembang biak dalam tubuh babi. Itulah yang menyebabkan daging babi kaya akan cacing pita. Sementara cacing pita hanya bisa mati jika dipanaskan pada suhu yang tinggi…

Dari buku : Taschenatlas der Parasitologie, Werner Frank & J. Lieder, Kosmos Verlag, Stuttgart, 1986. disebutkan bahwa:
“Bukan cacing pita saja yang berbahaya pada babi, lebih bahaya lagi adalah cacing Trichinella spiralis, dimana babi adalah sumber paling utamanya. Bila memakan daging yang mengandung kapsul/telur cacing ini, maka sipemakan akan terinfeksi (Trichinose), bahkan bisa bersifat carrier selama 33 tahun dalam kapsul kapurnya. Akibatnya bagi manusia bisa mematikan melalui sakit otot, Pneumonia, Gagal jantung atau Encephalitis.”

(sumber : http://www.mail-archive.com/milis@iapkkt.org/msg02878.html )

Terus… dari sana, muncullah pertanyaan:
“kalau misalnya ditemukan teknologi canggih (seperti cara memasak & alat masak yang sophisticated) yang bisa memusnahkan bakteri dan cacing dalam daging babi, apakah babi layak dikonsumsi dan bisa dikatakan halal?”.

Menurut saya, babi akan selamanya haram karena itu sudah jelas ada di dalam Al-Quran. Biar bagaimanapun cara manusia mengolah daging babi menjadi sesuatu yang sehat, tetap saja babi haram. Lagipula, ngapain repot-repot nyari teknologi canggih, toh alternatif makanan lain masih banyak kok…masih ada ayam, sapi, ikan dan hewan lain (yang halal) yang jauh lebih aman untuk dikonsumsi… Jadi, ngapain repot-repot? hehehe….

***

Dari hasil googling, saya menemukan pertanyaan lagi.
Babi haram jika di konsumsi, tapi apakah babi masih bisa digunakan dalam pengobatan?
1. Bagaimana pada pemakaian intravena?
2. Bagaimana kalau dimanfaatkan sebagai organ
artificial untuk transplantasi seperti katup jantung misalnya?

Jawab :
1.Pengertian dikonsumsi: peroral (lewat mulut), intravena, intramuscular, intrathecal dll
Cara diatas semua kan masuk ke dalam tubuh manusia, yang beda hanya tempat masuknya saja, pada akhirnya akan diserap dan dimetabolisme oleh tubuh.

2.Ada hadits yang menyatakan “...dan berobatlah dengan barang yang halal...”.
Binatang haram pada prinsipnya tidak diperbolehkan kecuali darurat. Binatang yang diperselisihkan, yaitu binatang yang ada perbedaan pendapat dari para ulama tentang halal haramnya (syubhat), boleh untuk transplantasi dalam keadaan darurat pula. Tentunya kita harus berikhtiar sungguh-sungguh sebelum mengatakan kondisi darurat. Wallahu a'lam”.

(Sumber : http://els.fk.umy.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=3173 )

***

Oiya, dari yang saya baca (mudah-mudahan benar) babi juga memiliki “kehidupan perkawinan” yang tidak sehat. Ilustrasinya begini: Misalkan ada 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina di tempatkan dalam kandang pertama, kemudian kandang kedua ditempati oleh 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina. Pada kandang pertama, tenyata kedua ayam jantan saling berkelahi untuk mendapatkan ayam betina. Sementara pada kandang kedua, kedua babi jantan saling bekerjasama dalam melakukan perkawinan. Memang kelihatannya babi-babi itu setia kawan ya? tapi…………
Lalu saya mikir lagi, konsumen babi adalah orang-orang non-muslim dan sebagian besar merupakan orang barat. Bisa dibayangkan kan bagaimana “kehidupan” mereka disana. Apakah ada kemungkinan perilaku babi yang mereka konsumsi juga berpengaruh terhadap perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari?. Wallahua’lam… Tapi, menurut saya, sesuatu yang haram, pasti ga akan baik buat jiwa dan raga kita.

***

Terus...muncul lagi pertanyaan baru. Kalau babi haram, kenapa Allah menciptakan babi? Well, saat ini jawaban yang terlintas dalam pikiran saya, babi tercipta ke dunia adalah untuk…..menemani sang adam… hehe… ga deng!.
Babi tercipta adalah untuk:
1.Menyeimbangkan ekosistem.
2.Menguji kita apakah kita bisa menjauhi larangan-Nya atau tidak, agar bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram.
3.Membuat kita berpikir dan bisa mengkaji lebih dalam kenapa Allah mengharamkan sesuatu yang telah diciptakan-Nya.
Itulah yang terlintas dalam pikiran saya sekarang. Ada pendapat lain yang bisa membantu? :)

***

Anyway… sudah cape ya bacanya? Hehe…
Kesimpulannya :
Al-Quran adalah sumber ilmu pengetahuan yang paling baik. Masih banyak firman-firman Allah yang bisa kita kaji lebih dalam… Pernah nonton Rahasia Sunnah? Saya sangat senang acara itu ada sejak Ramadhan kemarin. Ternyata pertanyaan-pertanyaan yang sering terlintas dibenak saya dijawab disana… seperti kenapa muslim tidak boleh bertato, kenapa darah haram dikonsumsi, kenapa air liur anjing haram, kenapa wanita harus memakai jilbab, dll…

***

Semoga posting ini bermanfaat… Makasih ya sudah membaca sejauh ini…. Kalau ada pendapat, kritik, dan saran, silakan…. saya tunggu… Kalau ada tulisan saya yang kurang tepat, tolong kasih tau ya… Kita sama-sama belajar :)


Regards,

-Nina-

3 comments:

Sulae mengatakan...

Waah hanyar tau aku nina ae, kalo babi tuh satu2nya mamalia yg ginjalnya kd sempurna... Wkwkwkwkw... Aku gen hanyar tau jw kalo babi tu trmasuk mamalia.... ku kira mama-nya siapa kah? Hehehehe

Btw berkunjung donk ke blog aku Indonesia ku dan Free Download Software

Nina Rezki Amelia mengatakan...

mama lorent kalo lai ai, hahaha...
yup, kena ku beelang jua ke blog kam...
keep writing!!

Sekar mengatakan...

nice info..
just wondering kenapa babi haram.. and tadaa.. sampailah disini.. :)

Poskan Komentar