09 Februari 2009

'Bedah Buku' Part 2

Masih seperti postingan sebelumnya, I still want to talk about this book : Keajaiban Al-Qur’an Dalam Telaah Sains karangan Dr. Zakir Naik dan dr. Gary Miler. Kalo kemarin saya sudah bahas tentang astronomi, ilmu fisika, dan geografi, sekarang poin-poin yang mau saya bahas disini adalah tentang geologi, oseanologi, dan ilmu tumbuh-tumbuhan.
Here are they…. :)

4. Geologi

Dalam ilmu Geologi baru-baru ini, gejala dari ‘lipatan’ ditemukan suatu fakta. Lipatan tersebut menjadi unsur pembentuk rangkaian pegunungan. Lapisan kulit tempat kita tinggal (Bumi) berbentuk seperti cangkang yang kuat, sementara lapisan-lapisan yang lebih dalam bersifat panas dan cair. Dan ya, lapisan seperti itu jelas tidak ramah kepada bentuk kehidupan apapun (siapa yang bisa bertahan hidup di lingkungan sepanas itu?). Ini juga diketahui bahwa kestabilan pegunungan itu terhubung dengan gejala tentang lipatan. Karena itu merupakan lipatan yang mendasari pembebasan pegunungan.
Para ahli geologi menunjukkan bahwa jari-jari Bumi adalah sekitar 3,750 mil dan lapisan bumi sangat tipis, berkisar antara 1 sampai 30 mil. Nah, karena kulit bumi itu sangat tipis, besar kemungkinan akan terjadi pergeseran. Sehingga, pegunungan itu bagaikan pasak (atau patok tenda) yang memegang lapisan bumi dan memberinya kestabilan.

Berikut ayat Al-Quran yang menjelaskan hal tersebut :
Bukankah kami Telah jadikan bumi itu sebagai hamparan?.” (QS. An-Naba’:6).
Dan gunung-gunung sebagai pasak?.” (QS. An-Naba’:7)

Dalam buku “Bumi” yang dikarang oleh Frank Press digambarkan bahwa gunung disuatu bentuk baji itu sebagai bagian kecil dari keseluruhan akarnya yang sangat kokoh di dalam bumi. Pegunungan berperan sangat penting dalam menstabilkan lapisan kulit bumi. Al-Qur’an sudah dengan jelas menyebutkan fungsi pegunungan dalam mencegah bumi dari getaran.

Dan Telah kami jadikan di bumi Ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan Telah kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-Anbiyaa’:31).

5. Oseanologi


Contohnya yaitu tentang kegelapan di Kedalaman Samudera.
Prof. Durga Rao adalah seorang ahli dalam bidang Geologi Kelautan yang sekaligus seorang professor di Universitas King Abdul Azziz di Jeddah. Beliau diminta menafsirkan ayat Al-Qur’an berikut:
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang diatasnya ombak (pula). Diatasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS.An-Nuur:40)

Prof. Durga Rao mengatakan bahwa para ilmuan sekarang hanya mampu mengkonfirmasikan dengan bantuan peratan modern bahwa ada kegelapan di kedalaman samudera. Manusia tidak dapat menyelam tanpa bantuan di dalam air lebih dari 20 sampai 30 meter, dan tidak bisa bertahan hidup di daerah-daerah laut yang dalam pada suatu kedalaman lebih dari 200 meter.
Ayat ini tidak mengacu pada semua laut karena tidak setiap laut dapat digambarkan sebagai kumpulan lapisan kegelapan atas yang lain. Hal ini ditunjukkan terutama pada suatu laut dalam atau samudera yang dalam. Al-Qur’an menerangkan, “kegelapan di samudera yang sangat dalam”. Lapisan-lapisan kegelapan di suatu samudera yang disebabkan dua hal, yaitu :
Sinar cahaya terdiri dari 7 warna, yaitu : violet, indigo, biru, hijau, kuning, orange, dan merah (VIBGYOR). Sinar terang alami membias karena menyentuh air. Sekitar 10 sampai 15 meter di bawah permukaan air, menyerap warna merah. Nah, maka dari itu, jika seseorang menyelam pada 25 meter di bawah air dan terluka, ia tidak akan bisa melihat warna darahnya karena warna merah tidak menjangkau kedalaman ini.
Dengan cara yang sama sinar orange juga diserap pada kedalaman 30-50 meter , kuning pada 50 sampai 100 meter, hijau pada 100 sampai 200 meter, dan akhirnya biru diluar 200 meter, violet dan indigo diatas 200 meter.
Karena penghilangan yang berurutan dari warna, satu lapisan setelah yang lain, samudera semakin menjadi lebih gelap, yaitu kegelapan berlangsung berlapis-lapis dari terang. Dan dibawah 1000 meter, ada kegelapan lengkap.
Sinar matahari diserap oleh awan-awan yang pada gilirannya menyebar sinar cahaya, dengan begitu menyebabkan suatu lapisan dari kegelapan di bawah awan. Ini adalah lapisan pertama dari kegelapan. Ketika sinar cahaya menjangkau permukaan samudera, mereka dicerminkan oleh permukaan gelombang yang memberinya tampilan yang berkilauan. Oleh karena itu ombak mencerminkan cahaya dan menyebabkan kegelapan. Cahaya yang tidak dipantulkan menembus ke dalam dari samudera. Sehingga, sumudera mempunyai dua bagian, yaitu: permukaan yang ditandai oleh cahaya dan kehangatan dan kedalaman yang ditandai oleh kegelapan. Permukaan ini lebih lanjut terpisah dari bagian samudera oleh ombak. Ombak bagian dalam menutup perairan yang dalam dari laut-laut dan samudera karena perairan yang dalam mempunyai densitas yang lebih tinggi disbanding perairan diatas mereka. Kegelapan dimulai di bawah ombak bagian terdalam. Bahkan ikan dalam kegelapan samudera tidak bisa melihat.

Al-Qur’an menyebutkan dengan tepat, “kegelapan di suatu samudera yang dalam sangat banyak diliputi dengan ombak yang dikalahkan ombak.”. Dengan kata lain, diatas ombak ini ada lebih banyak tipe-tipe ombak, yaitu : yang ditemukan di permukaan samudera.
Ayat Al-Quran melanjutkan, “yang dikalahkan oleh (kegelapan) awan-awan; kegelapan dari kedalaman, satu diatas yang lain.” Awan-awan ini seperti yang dijelaskan merupakan perintang satu diatas yang lain yang menyebabkan kegelapan oleh absorbsi warna pada tingkat yang berbeda.

***

Prof. Durga Rao menyimpulkan dengan mengatakan, “1400 tahun yang lalu seorang manusia yang normal tidak bisa menjelaskan gejala ini dengan sangat detil. Dengan demikian, informasi ini datang dari sumber yang gaib.” Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam…..

6. Ilmu tumbuh-tumbuhan

Contohnya yaitu buah-buahan diciptakan berpasangan, yaitu jantan dan betina.
Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya, dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Ar- Ra’d:3).
Buah merupakan hasil akhir produksi tumbuh-tumbuhan (benang sari dan putik). Tahapan buah didahului dengan bunga yang mempunyai organ atau bagian badan jantan dan betina (benang sari dan bakal biji). Setelah sebuk sari dipindahkan ke bunga, mereka pun berbuah, yang di dalam biji menumbuhkan putaran dan membebaskannya. Semua buah menyiratkan keberadaan dari organ atau bagian badan jantan dan betina; fakta itu disebutkan dalam Al-Qur’an.
Dalam jenis tertentu, buah dapat datang dari bunga-bunga yang tidak dipupuk (buah parthenocarpic). Misalnya seperti pisang, jenis-jenis tertentu dari nanas, buah ara, jeruk, anggur, dan sebagainya. Mereka juga memiliki ciri-ciri seksual terbatas.

Selain itu, contoh lain yaitu: semua makhluk diciptakan berpasang-pasangan. “Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz-Dzariyaat:49) Hal ini selain mengacu pada berbagai hal seperti manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan buah-buahan, mungkin juga mengacu pada suatu gejala seperti kelistrikan dimana atom-atom terdiri atas negatif dan positif dan proton-proton dibebaskan.

Maha Suci Tuhan yang Telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Yasiin: 36).

Al-Qur’an mengatakan bahwa semua makhluk diciptakan berpasangan termasuk berbagai hal yang manusia tidak mengetahuinya sekarang atau mungkin penemuan dikemudian hari….

***

Hmmmmm…. Setelah membaca QS. Adz-Dzariyaat ayat 49, saya jadi teringat Ryan. Lho, siapa Ryan? Itu lho, sang pembunuh berdarah dingin yang sudah menewaskan 11 orang (kalo ga salah), yang sering muncul di Tv.. Lantas, Ada Apa Dengan Ryan (AADR)? Haha… Apa hubungannya dengan topik kali ini?
Oke kita abaikan dulu kenyataan bahwa Ryan adalah seorang pembunuh kejam, saya disini hanya akan ‘mengangkat’ sisi lain dari hidupnya yang sudah menyimpang. Saya heran, kok Si Ryan yang katanya adalah guru ngaji itu sudah melewatkan dan tidak meresapi apa arti ‘segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah’ ya. Ya, katanya Ryan adalah seorang gay atau homoseksual. Saya cuma heran, kok bisa ya orang tertarik dengan orang yang berjenis kelamin sama? Dan yang lebih mengherankan lagi, yang seperti itu bukan cuma Ryan dan pasangannya saja… Bahkan di barat sana sudah ada Negara (California dan Massachusetts, kalo ga salah) yang melegalkan perkawinan sesama jenis.. Waduuuhhh.... Mau gimana jadinya dunia ini? Makanya ga heran kalo sekarang banyak penyakit aneh-aneh bermunculan. Mungkin itulah akibat dari ‘eksperimen’ mereka itu…

Semoga Allah selalu melindungi kita, teman-teman…
Anyway… ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 1:10 AM. Pantas saja pikiran saya sudah mulai ga jelas, hehehe…
I’ve to sleep, to recharge my energy.. :D
Insya Allah nanti saya masih akan membahas tentang buku ini.
Semoga posting ini bermanfaat…. :)

Regards,

-Nina-

0 comments:

Poskan Komentar