11 Februari 2009

Mitos...............

Waktu liburan kemarin, saya iseng buka-buka buku kursus bahasa Inggris. Kemudian, saya menemukan bahan presentasi saya yang merupakan syarat untuk kenaikan kelas. Lalu… saya pikir topik presentasi saya itu boleh juga buat diposting ke blog ini, hehe….
Ini dia isi presentasinya :

“Good afternoon, everyone. It’s very nice to see you all today. Today, I’m going to talk about superstitions in Indonesia, especially in Banjarmasin. Have you ever heard our parents say that the couple who want to get married shouldn’t leave their houses more or less two weeks before the marriage? Banjarese people call that they are sweet-blooded. Actually, I don’t know why they called that. Maybe because their blood is so sweet, hehehe….. and it’s so dangerous for them, and then they will get danger if they leave their houses before the marriage.
Do you believe in this?
Not to me. I personally don’t believe that the couple who want to get married (the bride and the groom) have sweet blood and they will get danger if they leave their houses before the marriage. I think they (the couple) are very busy. They have to go to the office to work, they have to go to the market to buy something, or they have to go to the saloon to prepare the wedding party.
I believe that superstitions were made by our elder to save us from the danger. I think, nobody wants to get an accident before the marriage, right?
I am sure that you don’t want your bride or your groom get an accident because it will make the marriage cancel or pending.
Maybe, next time we should teach our children the logic that we believe. It’s better that we explain it directly to them. Instead saying that superstitious thing, we had better explain them that leave the house or hang out before the marriage is okay, but they must be careful because the danger can happen anywhere.
Okay, I think that’s all. Thank you so much for your attention. Any questions so far?”

(Mohon maaf kalo bahasanya kurang bisa dimengerti. Harap dimaklumi ya, saya masih dalam tahap belajar, jadi masih banyak salah-salah, hihihihi ;))…….).

***

Nah, yang diatas tadi adalah isi presentasi saya tentang superstitions atau mitos kalo dalam bahasa Indonesia. Banyak sekali mitos yang membudaya di Indonesia. Beberapa diantaranya, yaitu : calon pengantin tidak diizinkan keluar rumah beberapa minggu sebelum pernikahan (seperti yang sudah saya jelaskan diatas), tidak boleh duduk di atas bantal, tidak boleh duduk di depan pintu saat senja tiba, tidak boleh menyapu lantai di malam hari, pantangan buat anak pertama menikah dengan anak ke tiga (disebut dengan lusan), angka 13 adalah angka sial, dan lain-lain.
Well, saya akan mencoba membahasnya satu per satu sesuai dengan pemahaman saya. Here’re they……

1. Calon pengantin tidak diizinkan keluar rumah beberapa minggu sebelum pernikahan karena mereka memiliki ‘darah manis’ yang mengundang marabahaya

Tradisi ini disebut pingitan atau pingit. Jadi, calon pengantin tidak boleh keluar rumah beberapa minggu sebelum menikah. Biasanya sih ditujukan kepada pengantin wanita. Hmmmm…. tradisi ini cukup merepotkan juga karena saya pikir, pengantin kan masih punya banyak urusan di luar rumah, misalnya ke kantor buat bekerja, ke pasar buat beli perlengkapan resepsi, ke salon buat pesan dokorasi dan segala atributnya, atau ke tempat-tempat lain.
Nah, kenapa mereka ga boleh keluar rumah? Menurut mitos, alasannya karena mereka memiliki ‘darah manis’ (atau darah manisan kata orang Banjar). Katanya orang yang mau menikah itu rentan terhadap marabahaya. Hmmm….. Menurut saya, yang namanya musibah itu kan bisa terjadi kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja. Baik kepada orang yang baru lahir, mau menikah, atau yang sudah tua, bisa saja kena musibah. Iya kan? Masalah mereka punya ‘darah manis’ atau darah pahit, saya juga ga tau dengan pasti, hihihi… Tapi ya ambil baiknya aja, mungkin dengan mengurung diri di rumah atau keluar rumah dengan jarak pendek, probabilitas batalnya pernikahan bisa diminimalkan.

2. Tidak boleh duduk di atas bantal

Kata orang tua “Jangan duduk diatas bantal, nanti bisulan”.
Haha… saya ingat betul larangan ini. Hmm… kalo dilogikakan sih gini, kalo duduk diatas bantal, bantalnya kan cepat kempes. Kalo udah kempes, ga enak lagi buat dipakai. Kalo udah ga enak lagi, ya mesti beli yang baru. Kalo beli yang baru, artinya mesti keluar duit lagi. Hehehe….
Selain itu, bantal kan buat kepala. Jadi mesti dijaga juga kebersihannya. Masa buat kepala didudukin? :P

3. Tidak boleh duduk di depan pintu saat senja tiba

Katanya, kalo duduk di depan pintu, nanti ditendang sama mertua.
Whaaa…. Kalo dipikir secara logis sih, duduk di depan pintu kan menghalangi orang buat lewat. Selain itu, ngapain duduk disana pas senja? Kayak ga ada kerjaan aja, hehehe……

4. Tidak boleh menyapu lantai di malam hari

Katanya, kalo nyapu di malam hari bisa menghilangkan rezeki. Hmmm… yang namanya rezeki kan sudah diatur oleh Allah, jadi jangan khawatir. Mungkin, mitos ini sebenarnya punya maksud baik, jangan nyapu di malam hari karena malam hari adalah waktu untuk istirahat. Jadi, nyapunya pagi aja. Selain badan sudah segar, semua debu bisa kelihatan dengan jelas karena sudah ada cahaya matahari, hehehe…..

***

Nah, mitos di atas masih bisa saya temukan alasan logisnya. Tapi, mitos berikut saya agak kesulitan.

5. Pantangan buat anak pertama menikah dengan anak ke tiga (disebut lusan)

Nomor telu artinya tiga, menikah dengan nomor pisan, artinya satu. Katanya kalo nekat menikah nanti salah satu dari orang tua pengantin putra atau pengantin putri akan meninggal. Mungkin sejarahnya begini nih :
Zaman dahulu kala, hiduplah seorang yang sangat ditokohkan oleh masyarakat. Beliau ini punya anak pertama yang dinikahkan dengan anak orang lain nomor tiga. Kemudian, setelah akad nikah, salah satu dari orang tua pengantin itu meninggal dunia. Ya karena memang telah tiba ajalnya. Terus, masyarakat mengatakan bahwa kematian itu terjadi karena pernikahan antara anak petama dan anak ke tiga. Karena peristiwa itu menimpa seorang tokoh zaman itu, makanya ceritanya jadi terkenal. Lantas dipercaya dan dijadikan pantangan (mitos) sampai sekarang.
Hmmm… mitos ini ga bisa saya temukan alasan logisnya. Karena, yang menyangkut masalah kematian, itu kan rahasia Allah. Kalo misalnya hal itu memang terjadi, ya paling cuma kebetulan saja….. Atau, bisa jadi karena sudah terlanjur percaya dengan mitos tersebut sementara pernikahan tidak bisa dibatalkan (karena alasan tertentu), orang tua pengantin jadi stress kemudian kena serangan jantung dan akhirnya meninggal… sehingga hal itu semakin memperkuat mitos itu, padahal cuma kebetulan saja karena waktu itu ajal beliau telah tiba…….
Saya pikir, kasihan sekali pasangan yang ingin menikah tetapi terkendala dengan mitos ini. Niat menikah kan baik, menyempurnakan separuh agama. Jadi, kenapa mesti dihalang-halangi dengan mitos seperti ini?

6. Angka 13 adalah angka sial

Sejak kecil, saya sudah sering mendengar kalo angka 13 itu didefinisikan sebagai angka sial. Saya ga tau apa penyebabnya. Buat saya, semua angka itu baik, ga ada yang salah dengan mereka… hehehe….
Oiya, mungkin saking angka 13 itu dianggap sial, saya tidak menemukan kursi dengan nomor 13 (A, B, C, D, E, F) di pesawat. Hmmmm…. Apa itu karena mereka takut pesawatnya bakalan kecelakaan ya? Ya kalo Allah memang menghendaki, biarpun ada angka 13 disana, kecelakaan itu ga bakalan terjadi kan?

***

Ya, itu uneg-uneg saya seputar mitos. Mitos yang sering ga masuk akal tapi kalo dipikir secara logis, ada baiknya juga. Cuma sebelnya, alasan dari mitos itu sering ga nyambung sama isinya. Ya mungkin karena itulah namanya mitos kali ya….hehehe….
Selain itu, saya masih ga sreg sama mitos no. 5 dan 6 karena ga nemu alasan logisnya.
Kira-kira ada yang bisa bantu saya buat jelasin?
Semoga bermanfaat…….. ^^v


Regards,

-Nina-

0 comments:

Poskan Komentar