14 Maret 2009

“CLICK” Movie….



Casts:
Adam Sandler, Kate Beckinsale, Christopher Walken, Henry Winkler, David Kasselhoff.

Genre:
Comedy-Romantic

Director :
Frank Coraci

Star (by me) :
***** (5 stars)



Sebenarnya sudah lama pengen nonton film ini, tapi karena berbagai macam aral melintang, baru beberapa hari yang lalu saya berhasil nonton. Hohohoho…

Film ini dibintangi oleh si kocak Adam Sandler yang memang ‘spesialis’ aktor di film bergenre komedi. Tapi di film ini dia ga se-kocak film-film dia yang lain karena di banyak part dia harus berakting serius dan penuh dengan emosi jiwa.

***

Film ini adalah sebuah kisah sebuah keluarga Newman, yaitu : Michael Newman (Adam Sandler) sebagai ayah, Donna Newman (Kate Beckinsale) sebagai ibu, dan dua orang anaknya: Ben (Joseph Castanon) dan Samantha (Tatum McCann). Michael adalah seorang arsitek yang sangat sibuk, saking sibuknya ia sering kehabisan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Kemudian suatu hari remote televisi di rumahnya rusak, sementara ia harus menonton film dokumenter Arsitektur Asia yang berguna untuk menujang kariernya. Sampai akhirnya ia diberi sebuah remote control universal oleh Matty di toko Bed Bath Beyond. Kemudian dari sanalah petualangannya dimulai.

Ternyata remote itu adalah remote ajaib. Tidak hanya berfungsi untuk alat-alat elektronik, tetapi juga mengendalikan alam semesta (universe). Jadi dengan meng-klik tombol menu yang terdapat di remote, ia bisa menyetop, memajukan, memunduran suatu kejadian, atau kembali ke masa lalu.

Michael yang tidak sabaran ingin segera dipromosikan untuk menjadi partner Mr. Ammer di kantornya merasa sangat beruntung memilki remote tersebut.

Hari demi hari ia lewati dengan si remote control ajaib itu. Kejadian-kejadian yang ia hindari seperti : mandi, sakit, makan malam dengan keluarga besar, bertengkar dengan istri, kemacetan, serta pengerjaan proyek ia lewati dengan menekan tombol “next” pada remote. Tujuannya adalah supaya ia langsung menikmati hasilnya, tanpa repot menjalani prosesnya. Ternyata kejadian-kejadian yang ia hindari itu akan terus terlalui karena sudah terprogram di remote tersebut. Sehingga, hal yang tadinya terasa menguntungkan ternyata malah merugikannya karena ia telah melewati begitu banyak hal penting bagi hidupnya, termasuk saat-saat terakhir bersama ayah tercinta, kehilangan istri karena keegoisannya, dan melewatkan pertumbuhan anak-anaknya…

Ia memang menjalani semua kejadian, tetapi untuk kejadian yang telah ia lewatkan, ia hanya bersikap “auto-pilot” (menjalani, but felt nothing). Sampai akhirnya ia menderita serangan jantung yang kemudian membuatnya sadar bahwa keluarga begitu berharga untuknya… But it’s too late….

***

Ada beberapa part yang membuat saya tetawa terpingkal-pingkal, namun ada juga yang membuat saya menangis tersedu-sedu, hehehe…

Here are the parts :

>>> The Funny Parts

Ini saat Michael menyetel warna kulitnya menjadi kuning, trus hijau seperti Hulk, dan ungu seperti Barney… hehehe… it was funny.. ^^


Ini adegan ketiaka ia merasa bosan dengan pidato bosnya, Mr. Ammer. Dengan meng-klik tombol menu, ia bisa menyetel tampilan Mr. Ammer yang menyebalkan sesuka hatinya…. Hahaha….


Wooow…. What happened??? Michael yang sangat marah dengan Mr. Ammer karena ternyata belum berhasil menjadi partnernya padahal ia sudah berhasil mendapatkan proyek besar, melampiaskan kemarahannya dengan mem-pause si boss, kemudian menampar dan (maaf) membuang angin tepat di depan muka si boss. Hahahaha….. Ini adalah adegan yang paling menggelikan…


>>> The Touching Parts

Ini adegan ketika Michael mengulang kembali saat terakhir kalinya bertemu ayah tercinta. It made me cried, huhuhu… It was a very emotional part…
For my beloved Dad….. I love you….. like I always do….

Letter for his beloved (ex) wife when he almost died.
“Will you still love me in the morning?”
And then, she said : “Forever and ever…"
It was so romantic and touching…


Nasihat untuk putanya, Ben, yang baru menikah: “Keluarga lebih penting….”


Melepas kepergian Michael…. The most emotional part in this movie…. T_T

***

Dari film ini bisa kita petik pelajaran bahwa :

  • Everything needs a process. And we should enjoy the process karena semua itu tak kan terulang lagi… Proses adalah pembelajaran, dimana dalam menjalani proses itulah kita banyak belajar tentang kehidupan…
  • Keluarga lebih penting. Dibandingkan pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya, menghabiskan waktu bersama keluarga is more important. Kenapa? Because they are the most important people in this world. Karena bersama merekalah kita tumbuh and growing old…

***

Seperti kata Barney : “I love you. You love me. We’re a happy family. With a great big hug and a kiss from me to you. Won’t you say you love me too….”

For my beloved family, I love you so……


Regards,


-Nina-

2 comments:

Deacy mengatakan...

hiks2, filmnya memang touchy banget... so,ini film juga udah gw daulat sbg fanorite movie, hehehe

Nina Rezki Amelia mengatakan...

yup.... so touchy, des....

I cried twice... when Michael said to his dad : "I love you too..." and before he died.... T_T

Great movie!
It means a lot....
And we can learn the meaning of the 'process' in our life....

Poskan Komentar