21 Maret 2009

Thanks before?

Ya, mungkin kita sering mengucapkan kata “thanks before” kepada teman-teman pada saat minta pertolongan atau teman-teman mengucapkan kata itu waktu minta tolong ke kita.... Pertanyaannya, sebenarnya kata “thanks before” ini sudah tepat belum ya?
Jawabannya, belum tepat. Nah lho…. Kenapa? Disini saya akan membahasnya. Hehehe….
***
Sebenarnya saya sudah lama tau “thanks before” ini bukanlah kata yang tepat untuk ucapan bahasa Inggris dari kata “terimakasih sebelumnya”. Hal itu saya ketahui dari novel “Miss B. Will you marry me?” karangan Fira Basuki yang saya baca pada pertengahan tahun 2005. Tetapi, waktu itu saya masih ga tau dimana letak kesalahannya karena di novel itu tidak disebutkan, jadi saya tetap bandel menggunakan kata itu sampai sekitar awal tahun 2008. hehehe…
Gimana prosesnya sampai saya sadar? Nah, saya cerita dulu dikit ya....
Sekitar bulan April 2007 saya memutuskan untuk back to English Course. Dikarenakan kuliah saya waktu semester 4 sudah ga sesibuk semester sebelumnya. Jadi, daripada weekend saya di Banjarmasin dihabiskan untuk tidur dan nonton tv, saya pikir, kembali ikut kursus is a good idea. Lalu mendaftarlah kembali saya ke LB-Lia. Dan setelah ikut tes penempatan, akhirnya saya mendapatkan kelas juga. Sebenarnya kelas yang saya ikuti itu English for Adults, jadi siswanya dari kalangan SMA sampai orang tua (kakek nenek juga boleh :P). Tapi, setelah saya masuk, tetap saja saya adalah siswa tertua di kelas. Whaaa… Gapapa deh, namanya menuntut ilmu, ga ada kata terlambat kan? Jadi, saya berusaha tetap pede ikut kursus dan berikrar di dalam hati kalo saya mesti serius belajarnya biar ga kalah sama anak-anak SMA… hehehe…
And then, weekend saya selama beberapa tahun terakhir saya habiskanlah di tempat kursus itu. Bahasa Inggris saya yang tadinya agak parah, berangsur-angsur mulai ada peningkatan, hehehe….
Nah, biasanya setelah kursus selesai saya suka nanya sama guru saya tentang hal-hal kurang dipahami. Ya salah satunya adalah tentang “thanks before” itu tadi. Ini percakapan saya dengan beliau (kurang-lebih seperti ini):
Saya : “Mam, katanya thanks before itu kurang tepat ya?”
Guru : “Iya”
Saya : “Trus, yang tepatnya gimana kalo mau bilang terimakasih sebelumnya pakai bahasa Inggris, Mam?
Guru : “Pakai aja ‘Thanks’ atau ‘thanks first’.”
Nah, dari sana, saya mendapatkan pencerahan dan berusaha ga pakai kata “thanks before” lagi, hihihi..…
Dan memang benar, setelah saya cek di Oxford Learner’s Pocket Dictionary, saya tidak menemukan kata “thank's before” dan di kamus-kamus lainnya juga..
Selain “thank's before”, ternyata masih banyak lagi kata-kata Bahasa Indonesia yang di-Inggriskan tapi kurang tepat. Beberapa diantaranya seperti ini :
  • “same-same” (sama-sama untuk membalas ucapan terima kasih yang seharusnya “you’re welcome”)
  • “enter wind” (masuk angin yang seharusnya “common flu”)
  • “how much is the flower?” (ketika menanyakan berapa bunga bank yang seharusnya “How much is the interest?”).
***

Saya juga pernah iseng ngirim sms ke teman saya mau bilang ga masuk kuliah karena sakit. Isinya kurang-lebih begini : “ Assalamu'alaikum. Hari ini aku ga masuk kuliah ya. My body is not delicious nih, hehehe.”. Harusnya “I am not feeling well”, saya aja yang seenaknya, hohoho….^^v
Oiya, dulu saya juga pernah chatting sama bule. Tujuannya biar bisa latihan berbahasa Inggris soalnya dalam kehidupan sehari-hari agak sulit dilakukan. Dan ternyata ngobrol sama bule gampang-gampang susah. Gampangnya, mereka ga peduli grammar, tenses dan segala aturan berbahasa Inggris. Sulitnya, saya-nya yang terbiasa pakai bahasa Inggris baku jadi agak susah buat dipakai pas conversation in English itu. Hahaha…
Nah, ini ada sedikit perbincangan sama sama bule yang saya pikir agak konyol juga.
Bule : Do you wanna see my webcam?
Saya : Later
Bule : I don’t understand what you’re talking about.
Saya : …..
Sebenarnya gini, saya udah ada firasat buruk juga itu bule mau ngajakin saya lihat webcam-nya yang isinya ‘ga jelas’ itu. Makanya saya malas. Jadinya saya bilang “later” (yang saya artikan secara bebas sebagai “nanti”, hehe :P). Ya jelas aja bule-nya ga ngerti ya… hihihi… :D. Mungkin harusnya saya jawab "Maybe next time.." atau "No, thank's" kali yaa....

***

Trus, saya ada nemu kalimat bahasa Inggris yang diterjemahkan secara bebas sebebas-bebasnya ke dalam bahasa Indonesia.
“I believe I can fly” diterjemahkan menjadi “Saya percaya saya kaleng lalat”.
Hahaha… kalo langsung mengartikan kata per kata berdasarkan kamus, ya begitulah jadinya ya… Just a joke, guys. Itu saya dapatkan dari buku “BBB-Bukan Binatang Biasa” karangan Raditya Dika.

***

Oiya, saya juga baru tau kalo kalimat “I want to take a bath” itu berarti mandi dengan menggunakan ‘bathtub’. Dan “I want to take a shower” itu berarti mandi dengan menggunakan shower.
Lantas, gimana dengan rakyat Indonesia yang mayoritas mandi dengan menggunakan sebuah gayung?. Apa kita harus bilang “I want to take a gayung” ? Whaaaa…… Kata guru saya, bule di Indonesia yang mandinya pakai gayung biasanya bilang “I want to take a mandi”. Hmmm… lucu juga ya… krik… krik... krikk…

***

Nah, dari kursus itu, banyak ilmu yang saya dapatkan. Buat yang merasa bahasa Inggris itu sulit, jangan menyerah ya. Semua terasa mudah jika kita ada niat dan ikhtiar. Kalo ikut tes bahasa Inggris tertulis, misal tes TOEFL, kita ga mesti harus ngerti every-single-word kok supaya dapat skor bagus. So, you don’t have to worry about it. Guru saya bilang kalo beliau juga kadang-kadang ga ngerti beberapa kata dalam Bahasa Inggris. Yang paling penting, kita bisa mengidentifikasi kata itu apakah merupakan kata benda (noun), kata kerja (verb), kata sifat (adjective), ataukah adverb (menerangkan kata kerja). Masalah ngerti atau ga-nya kata itu, ga masalah selama kita tau kata itu temasuk noun, verb, adjective atau adverb yang kemudian diformulaskan ke dalam struktur, yaitu : tenses. Oiya, tenses juga banyak ditakuti kebanyakan orang. Well, sebenarnya saya juga kadang-kadang masih merasa kesulitan dalam penggunaannya. Hehehe…. Ya, saya juga masih dalam tahap belajar (dan selalu dalam tahap belajar)… Everything needs a process, right?.
Waaaahh, saya udah kebanyakan ngomong nih, padahal intinya tadi cuma pengen membahas “thank's before”..
Kesimpulannya adalah:
  • “thank's before” itu sebenarnya kurang tepat. Lebih amannya pakai “thank's” aja atau “thank's a lot” atau “thank you so much”. :)
  • Tidak ada kata terlambat dalam belajar. Selama kita punya niat untuk maju, don’t be shy and don’t give up…. Tetaplah semangat!
  • Jangan pernah malu latihan. Kata Toyota, practice makes perfect. Gapapa salah, yang penting setelah itu kita bisa belajar dari kesalahan dan berusaha buat memperbaikinya. Iya kan?
Semoga posting ini bermanfaat…
Teruslah belajar…. (^_^)/

Regards,

-Nina-

3 comments:

Violin_kyen mengatakan...

OH gtu yah,,
Thx info nya yah^^,,,
salam kenal,,, !!!

Utami mengatakan...

Gyahahahha..salah toh Thank's before itu? Peraaan aku pernah ngimel dosenku pake kata-kata thank's before deh...
Setuju banget sama kamu Nin, you don't have to know the meaning of EVERY single word. Ga cuman pas tes, selama disini pun sebenernya banyak kata danistilah yang aku sebenernya ga ngerti kalo lagi baca jurnal atau buku gitu. But as long as we got the main idea of the reading, we're safe ^_^

Hijau Lumut mengatakan...

"...as long as we got the main idea of the reading, we're safe"... Waah, oke banget tuh mba.... selama kita ngerti, slamet deh.... hihihi......

Nah, tentang kesalahan thanks before tadi saya dapatkan dari novel-nya Fira Basuki. Berhubung Mba Fira lama berdomisili di luar negri (Pittsburg sama Singapur kalo ga salah), ya otomatis bahasa Inggrisnya ga diragukan, hehehehe.....
Setelah diingat-ingat, Iya juga sih, saya ga pernah denger bule ngomong 'thanks before', mba.... -->> dari tv dan film maksudnyaa..... hihihi..... ^^v

Poskan Komentar